Sebuah artikel berjudul 'Masa Depan Angklung: Antara Pengakuan UNESCO dan Tantangan Globalisasi' membahas sejarah Angklung, pengakuan internasionalnya, serta upaya pelestariannya. Dalam artikel tersebut, penulis menyatakan, 'Angklung, dengan resonansi bambunya yang khas, telah melampaui batas geografis, menjadi duta budaya Indonesia yang diakui dunia. Namun, tantangan terbesarnya kini adalah bagaimana menjaga agar gema bambu ini tetap relevan di tengah hiruk pikuk musik digital.' Manakah dari pernyataan berikut yang merupakan opini penulis?