Sebuah tarian daerah yang sakral dan hanya boleh ditarikan oleh penari pilihan pada waktu tertentu, kini dihadapkan pada tantangan pelestarian karena jumlah penari semakin berkurang. Langkah konservasi manakah yang paling bijaksana untuk menjaga kelestarian tarian tersebut tanpa mengurangi nilai sakralnya, di tengah modernisasi?