Seorang remaja Kristen merasa 'malas' untuk membaca Alkitab, berdoa, atau pergi ke persekutuan, meskipun ia tahu bahwa kegiatan-kegiatan rohani itu penting untuk pertumbuhan imannya. Mengidentifikasi akar masalah dari 'kemalasan rohani' ini bisa menjadi langkah awal. Selain itu, strategi praktis apa yang dapat diambil oleh remaja tersebut untuk menumbuhkan kembali semangat dan kedisiplinan rohaninya?