Dalam perumpamaan tentang Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25-37), Yesus mengajarkan tentang kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang. Jika perumpamaan ini diterapkan dalam konteks Indonesia saat ini, siapa yang paling tepat merepresentasikan 'Orang Samaria' dalam tindakan nyatanya?