Sakramen Krisma seringkali dianggap sebagai "sakramen perpisahan" bagi kaum muda yang kemudian jarang lagi terlibat aktif di gereja. Jika Anda adalah seorang pembina iman, strategi pastoral inovatif apa yang paling tepat untuk mengubah persepsi ini dan menegaskan makna Krisma sebagai sakramen pengutusan?