Try Out 1

LATIHAN• 1/5
No. 1

Dalam sebuah acara peringatan hari besar keagamaan nasional, seorang teman non-Katolik bertanya mengapa Gereja Katolik seringkali berpartisipasi dalam kegiatan dialog antarumat beragama, padahal ajarannya berbeda. Ia mempertanyakan apakah ini berarti Gereja berkompromi dengan imannya. Bagaimana Anda menjelaskan sikap Gereja Katolik terhadap dialog antarumat beragama tanpa mengkompromikan keunikan imannya, sesuai dengan ajaran Konsili Vatikan II?