Kata 'Centhini' (nama sebuah karya sastra Jawa) jika ditulis menggunakan Aksara Jawa, penulisan suku kata 'cen' seringkali menjadi perhatian. Banyak yang keliru menuliskannya seolah 'ca + pepet + na' (ꦕꦼꦤ), yang akan terbaca 'ce-na'. Padahal, penulisan yang tepat adalah 'ca + pepet' diikuti dengan 'na' sebagai pasangan dari huruf berikutnya ('tha'). Mengapa penggunaan 'na pasangan tha' lebih tepat dalam konteks kata 'Centhini'?