Sebuah cerpen diceritakan dari sudut pandang orang pertama tunggal. Tokoh 'aku' adalah seorang anak kecil yang menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya. Ia tidak memahami sepenuhnya penyebab pertengkaran itu, hanya merasakan ketakutan dan kebingungan. Mengapa penulis memilih sudut pandang orang pertama dari seorang anak kecil dalam situasi tersebut, dan bagaimana dampaknya terhadap interpretasi pembaca?