Dalam tradisi Hindu, penggunaan sarana upakara (sesajen) memiliki makna simbolis yang mendalam sebagai bentuk persembahan dan komunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Namun, ada kecenderungan di masyarakat modern untuk menggunakan bahan-bahan upakara yang instan atau praktis, bahkan plastik, demi efisiensi waktu dan biaya. Bagaimana Anda mengevaluasi fenomena ini dari sudut pandang nilai-nilai keagamaan dan ekologis?