Seorang siswa Buddhis rajin menghafal sutta dan memahami berbagai konsep Dhamma. Namun, ia sering merasa tidak sabar dan mudah marah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pemahaman Dhamma, mengapa fenomena ini dapat terjadi dan apa yang seharusnya menjadi fokus utama dalam belajar Dhamma?