Pemerintah daerah sedang merencanakan pembangunan infrastruktur besar di wilayah Tapanuli yang akan mengubah lanskap alam secara signifikan. Jika masyarakat Batak setempat berpegang pada ajaran 'Habatahon' (nilai-nilai kebatakan), bagaimana mereka seharusnya merespons rencana tersebut agar pembangunan tetap sejalan dengan kearifan lokal?