Bahasa daerah, termasuk Bahasa Batak, seringkali dianggap sebagai penanda identitas yang kuat bagi penuturnya. Namun, di era globalisasi, ada kekhawatiran bahwa penggunaan bahasa daerah akan semakin menurun. Bagaimana peran Bahasa Batak dapat diperkuat sebagai bagian integral dari identitas kebatakan di tengah tantangan globalisasi, selain melalui pendidikan formal?