Dalam banyak turi-turian Batak, tokoh utama seringkali digambarkan memiliki sifat 'pargogo' (kuat), 'parbinotoan' (berpengetahuan), dan 'marsahala' (memiliki kharisma/kekuatan spiritual). Mengapa penggambaran karakter semacam ini sangat dominan dalam cerita rakyat Batak dan apa implikasinya terhadap pembentukan idealisme kepemimpinan tradisional?