Seni pertunjukan Calonarang seringkali digambarkan sebagai drama magis yang menakutkan, menampilkan konflik antara Ratu Niang (Rangda) dan Mpu Bharadah. Jika kita menganalisis Calonarang dari sudut pandang psikologi massa, mengapa pertunjukan ini mampu memicu respons emosional yang kuat dari penonton, seperti ketakutan atau trance?