Di tengah gempuran iklan dan tren terbaru di media sosial, banyak teman sekelas Andi berlomba-lomba membeli gawai model terbaru, pakaian merek terkenal, dan berbagai barang konsumtif lainnya. Andi merasa tertekan untuk mengikuti tren ini agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Bagaimana prinsip hidup sederhana dan kepuasan dalam ajaran Kristen seharusnya membimbing Andi dalam menghadapi godaan konsumerisme ini?