Kemajuan teknologi AI memungkinkan pembuatan robot yang sangat mirip manusia dan mampu melakukan banyak pekerjaan. Namun, muncul perdebatan etis tentang apakah robot ini dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya, terutama dalam pekerjaan yang membutuhkan empati dan kreativitas. Bagaimana ajaran tentang martabat manusia sebagai citra Allah membantu kita menyikapi perkembangan ini?