Banyak umat Katolik beranggapan bahwa setelah menerima ketiga Sakramen Inisiasi (Baptis, Krisma, Ekaristi), tugas mereka sebagai Katolik sudah selesai dan kini tinggal menjalani hidup seperti biasa. Bagaimana pandangan ini bertentangan dengan hakikat Sakramen Inisiasi sebagai pintu gerbang menuju kehidupan Kristiani yang aktif dan berkelanjutan?