Seorang wali baptis hanya hadir saat pembaptisan anak baptisnya dan setelah itu tidak pernah lagi membimbing atau menunjukkan teladan iman Katolik kepada anak tersebut. Apa implikasi paling signifikan dari tindakan wali baptis ini terhadap pertumbuhan iman anak dan makna Sakramen Baptis itu sendiri?