Kisah Ekalawya yang rela memotong ibu jarinya sebagai persembahan kepada Guru Drona, meskipun Drona tidak pernah secara langsung mengajarnya, menimbulkan perdebatan etis. Bagaimana tindakan Ekalawya ini dapat dievaluasi dari sudut pandang nilai 'guru bakti' (pengabdian pada guru) dalam tradisi Jawa dan konsekuensi etisnya?