Dalam konteks berita berbahasa Jawa, penggunaan paribasan atau bebasan terkadang ditemukan untuk memperkaya narasi. Namun, penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan ambiguitas atau kesulitan pemahaman bagi pembaca. Jika seorang jurnalis menggunakan paribasan 'jer basuki mawa bea' (setiap keberhasilan butuh pengorbanan) untuk mengakhiri berita tentang proyek pembangunan yang mangkrak, bagaimana dampaknya terhadap kejelasan informasi?