Sepanjang sejarah, beberapa ajaran spiritual mengajarkan bahwa pembebasan dapat dicapai melalui penyiksaan diri yang ekstrem (asketisme), sementara yang lain menganjurkan pemuasan semua keinginan indrawi. Bagaimana ajaran Buddha tentang Majjhima Patipada (Jalan Tengah) menyikapi dua pandangan ekstrem tersebut?