Perhatikan umpama berikut: "Rarat do pahu tu pahu, rarat do roha tu roha." Umpama ini berarti 'menyebar pakis ke pakis, menyebar perasaan ke perasaan'. Dalam situasi konflik antarkelompok dalam suatu organisasi, bagaimana umpama ini memberikan wawasan kritis tentang pentingnya peran seorang mediator yang efektif?