Dalam penulisan Aksara Bali, terdapat istilah 'Pasang Surud' yang mengatur penulisan kata-kata tertentu yang memiliki kekhasan atau homonim. Jika kita ingin menuliskan kata 'Raja' (raja/pemimpin) dan 'Raja' (raja, sebagai panggilan hormat), bagaimana perbedaan penulisan Aksara Bali yang tepat untuk membedakan kedua makna tersebut berdasarkan kaidah Pasang Surud?