Dalam konteks pelestarian budaya Sunda, pupujian memiliki peran penting. Namun, di era digital, banyak generasi muda yang kurang mengenal atau tertarik padanya. Strategi inovatif apakah yang paling efektif untuk memperkenalkan kembali pupujian kepada generasi muda agar mereka lebih tertarik dan memahami maknanya?