Di sekolah, ada seorang siswi yang diejek oleh teman-temannya karena menyukai olahraga sepak bola, yang dianggap "hanya untuk laki-laki." Bagaimana Anda, sebagai seorang Katolik, akan menanggapi situasi ini untuk menegakkan martabat siswi tersebut dan melawan stereotip gender?