Pangeran Siddhartha Gautama meninggalkan kehidupan istana yang mewah, istri, dan anaknya untuk mencari kebenaran. Keputusan ini seringkali digambarkan sebagai 'Pertapaan Agung'. Apa inti dari realisasi mendalam yang mendorong Pangeran Siddhartha untuk mengambil keputusan drastis tersebut?