Kepala QC di pabrik elektronik "Cahaya Elektronik" ingin menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap tahap produksi untuk mencegah cacat produk. Ia ingin membuat poster pengingat dengan pantun. Pantun yang ditulis: "Ka sawah melak bawang, balikna mawa cabé. Barang produksi kudu rapih, kualitasna jadi nomer hiji." Analisislah kesesuaian pantun ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketelitian dan kualitas di departemen QC. Bagaimana pantun ini bisa lebih spesifik terhadap konteks produksi elektronik?