Seorang peneliti sosial menemukan bahwa di beberapa daerah, upaya pemberdayaan perempuan melalui program bantuan modal usaha seringkali tidak mencapai hasil optimal karena adanya resistensi dari struktur sosial patriarki yang kuat. Perempuan yang menerima bantuan terkadang mengalami tekanan dari keluarga atau komunitas untuk tidak mengembangkan usaha secara mandiri atau modalnya diambil alih oleh suami/kerabat laki-laki. Bagaimana sosiolog seharusnya mengevaluasi dan merumuskan ulang program pemberdayaan tersebut?