Seorang aktor dalam teater kontemporer dituntut tidak hanya menghafal dialog dan melakukan blocking, tetapi juga mengeksplorasi batas-batas fisiknya, mengeluarkan suara-suara primal, dan bahkan berinteraksi secara intens dengan objek-objek non-hidup di panggung. Tuntutan ini menunjukkan bahwa peran aktor dalam teater kontemporer telah bergeser menjadi...