Seorang guru bimbingan konseling (BK) menemukan salah satu siswanya menunjukkan tanda-tanda depresi berat dan pernah mengungkapkan pikiran untuk bunuh diri secara implisit. Siswa tersebut memohon agar masalahnya dirahasiakan karena takut akan stigma. Bagaimana seharusnya guru BK bertindak secara profesional dan etis dalam situasi ini?