Seorang pengelola homestay di Gili Labak, Sumenep, ingin membuat panduan singkat bagi tamu asing (yang mungkin juga ditemani oleh pemandu lokal berbahasa Madura) mengenai etika mengunjungi makam keramat di sana. Salah satu poin penting adalah: "Dilarang berbicara keras dan mengenakan pakaian tidak sopan di area makam." Bagaimana instruksi ini harus ditulis dalam bahasa Madura yang lugas, namun tetap menghormati konteks tempat suci?