Seorang manajer proyek konstruksi di Pamekasan menerima keluhan berulang dari pekerja lokal Madura mengenai instruksi kerja yang "kurang jelas" atau "terlalu tergesa-gesa" dari seorang supervisor baru yang berasal dari luar daerah. Manajer tersebut mengamati bahwa supervisor telah memberikan instruksi sesuai SOP perusahaan dalam Bahasa Indonesia baku. Setelah diselidiki, masalahnya terletak pada perbedaan gaya komunikasi dan interpretasi nada bicara. Sebagai manajer proyek, bagaimana Anda akan mengatasi permasalahan komunikasi ini untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi potensi konflik?