Sebuah lembaga konservasi budaya di Bangkalan ingin mendokumentasikan tradisi 'Karapan Sapi' secara ilmiah untuk mengajukan proposal perlindungan UNESCO. Tim peneliti telah mengumpulkan data lapangan melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan para pelaku. Namun, saat menyusun bab 'Pembahasan', mereka kesulitan merumuskan temuan yang objektif tanpa bias personal terhadap nilai-nilai tradisional yang sangat mereka hargai. Bagaimana cara mengatasi tantangan ini sesuai kaidah penulisan karya ilmiah yang profesional?