Sebuah perusahaan manufaktur sedang menghadapi tenggat waktu produksi yang ketat untuk pesanan ekspor. Salah satu operator mesin kunci, yang beragama Kristen, mengajukan cuti khusus untuk merayakan hari raya keagamaan yang jatuh pada puncak periode produksi. Meskipun ada SOP yang mengatur cuti, perusahaan membutuhkan kehadirannya. Sebagai manajer produksi, bagaimana Anda menanggapi situasi ini dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai multikulturalisme dan etika kerja Kristen?