Tim pemasaran di sebuah startup teknologi sedang mengembangkan kampanye produk baru. Bapak Chandra dan Ibu Dewi, dua anggota tim kunci, seringkali berselisih paham mengenai arah kreatif kampanye. Bapak Chandra cenderung inovatif namun kurang memperhatikan detail eksekusi, sementara Ibu Dewi sangat detail-oriented namun kurang berani mengambil risiko. Konflik ini mulai menghambat progres tim. Sebagai manajer tim, bagaimana Anda menerapkan prinsip Ajaran Khonghucu untuk menyelesaikan konflik ini dan menjaga harmoni tim?