Sebuah perusahaan manufaktur sedang mempertimbangkan untuk beralih ke pemasok bahan baku yang lebih murah untuk meningkatkan margin keuntungan. Namun, pemasok baru ini memiliki catatan buruk terkait praktik ketenagakerjaan yang tidak etis dan dampak lingkungan yang meragukan. Sebagai seorang Manajer Pengadaan, bagaimana Anda seharusnya menyeimbangkan tujuan profitabilitas perusahaan dengan prinsip "Watak Sejati" yang mencakup keadilan dan tanggung jawab sosial?