Seorang perawat baru di klinik rawat jalan melihat pasien anak yang datang dengan orang tuanya untuk imunisasi. Saat perawat akan melakukan injeksi, anak tersebut tiba-tiba menangis histeris dan meronta-ronta, membuat orang tuanya kesulitan memegang. Perawat tersebut kesulitan menemukan posisi yang tepat untuk injeksi. Apa pendekatan komunikasi terapeutik yang paling efektif untuk situasi ini?