Sebagai kepala proyek pembangunan perumahan subsidi, Bapak Hendra mengetahui bahwa ada celah dalam regulasi yang memungkinkan penggunaan bahan bangunan dengan kualitas sedikit di bawah standar yang direkomendasikan, asalkan tidak melanggar batas minimum keamanan. Menggunakan bahan ini akan menghemat biaya proyek secara signifikan, memungkinkan perusahaan mendapatkan margin keuntungan yang lebih tinggi. Namun, hal ini berpotensi mengurangi daya tahan bangunan dalam jangka panjang dan menimbulkan masalah bagi penghuni di masa depan. Bagaimana Bapak Hendra harus bertindak berdasarkan prinsip 'Keadilan Sosial' dan 'Integritas Profesional' dalam Katolik?