Sebuah rapat koordinasi proyek pembangunan fasilitas umum di desa dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat (sesepuh), perwakilan pemuda, dan kontraktor. Dalam pembahasan, terjadi perbedaan pendapat yang cukup sengit antara perwakilan pemuda yang cenderung pragmatis dan sesepuh yang lebih mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal. Sebagai pemimpin rapat, bagaimana Anda seharusnya memfasilitasi diskusi agar mencapai mufakat tanpa menyinggung salah satu pihak, sesuai dengan prinsip musyawarah Jawa?