Seorang seniman muda ingin mempromosikan pertunjukan wayang kulit klasik kepada audiens generasi milenial dan Gen Z yang cenderung lebih tertarik pada konten digital. Dia menyadari bahwa kemasan tradisional mungkin kurang menarik. Strategi promosi apa yang paling efektif untuk memperkenalkan keindahan dan filosofi wayang kulit kepada segmen pasar tersebut tanpa menghilangkan esensi budaya Jawa?