Divisi Humas sebuah BUMN yang beroperasi di Jawa Tengah menghadapi kritik keras dari masyarakat terkait dampak lingkungan proyek pembangunan jalan tol. Kritik tersebut termuat dalam sebuah artikel opini berbahasa Jawa di media massa lokal. Setelah menganalisis gaya bahasa dan diksi yang digunakan dalam artikel, terutama penggunaan 'unggah-ungguh basa' yang halus namun tegas, bagaimana tim Humas seharusnya merespons kritik tersebut secara profesional?