Seorang karyawan Muslim di bagian marketing, Bapak Hasan, memiliki jadwal kerja yang padat dengan banyak deadline. Di sisi lain, ia juga memiliki komitmen ibadah yang harus dipenuhi, seperti shalat wajib tepat waktu dan kadang shalat sunnah. Bagaimana Bapak Hasan dapat mengintegrasikan kewajiban kerja dan ibadah secara harmonis dan profesional?