Pak Hasan, seorang supervisor di sebuah perusahaan konstruksi dan lulusan SMK Teknik Bangunan, adalah seorang suami yang taat beragama. Ia sering berinteraksi dengan rekan kerja wanita (non-mahram) dalam rapat proyek dan koordinasi lapangan. Bagaimana Pak Hasan dapat menjaga etika pergaulan Islami (seperti menjaga pandangan dan tidak berkhalwat) tanpa menghambat komunikasi profesional dan kerja sama tim yang efektif di lingkungan kerja yang heterogen?