Sebuah perusahaan rintisan (startup) mengembangkan aplikasi e-commerce yang sangat populer. Selama periode promosi besar, aplikasi sering mengalami "crash" dan lambat merespons. Tim pengembang mengidentifikasi bahwa basis data menjadi bottleneck utama karena banyaknya permintaan bersamaan. Mereka memutuskan untuk migrasi ke arsitektur berbasis cloud computing. Strategi mana yang paling tepat untuk mengatasi masalah skalabilitas dan ketersediaan tinggi (high availability) pada basis data mereka?