Sebuah pabrik tekstil menghasilkan limbah cair yang memerlukan proses pengolahan khusus sebelum dibuang ke sungai. Ada opsi untuk membuang limbah tanpa pengolahan yang memadai, dengan biaya yang jauh lebih murah, namun akan mencemari lingkungan dan merugikan komunitas sekitar. Opsi lainnya adalah menginvestasikan dana besar untuk sistem pengolahan limbah yang sesuai standar ramah lingkungan, yang akan meningkatkan biaya produksi. Bagaimana manajemen pabrik seharusnya menerapkan prinsip 'Sauca' (kemurnian/kebersihan etika) dan 'Ahimsa' (tanpa kekerasan/kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat) dalam keputusan ini?