Pemerintah Provinsi X berencana membangun jalur kereta api cepat yang menghubungkan dua kota besar untuk meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Proyek ini diperkirakan menelan biaya triliunan rupiah dan akan dibiayai melalui kombinasi utang luar negeri, obligasi pemerintah, dan skema kemitraan pemerintah-swasta (KPS). Jika proyek ini berhasil meningkatkan mobilitas barang dan jasa secara signifikan, bagaimana dampaknya terhadap perekonomian Provinsi X dalam jangka panjang, ditinjau dari perspektif agregat?