Seorang manajer produksi di sebuah pabrik garmen dihadapkan pada dilema. Untuk memenuhi target pasar internasional yang sangat kompetitif, ia diminta oleh direksi untuk mengurangi biaya produksi secara drastis, salah satunya dengan menekan upah buruh di bawah standar kelayakan dan menggunakan bahan baku dari pemasok yang dicurigai mempekerjakan anak-anak. Jika tidak, pabrik terancam bangkrut dan ribuan karyawan akan kehilangan pekerjaan. Bagaimana manajer tersebut seharusnya mengambil keputusan berdasarkan prinsip "Samma Ajiva" (Penghidupan Benar) dalam Agama Buddha?