Seorang staf IT menemukan celah keamanan kritis dalam sistem perusahaan yang berpotensi dieksploitasi oleh pihak luar. Ia memiliki pilihan untuk segera melaporkannya kepada atasan atau mencoba mengeksploitasinya sendiri untuk keuntungan pribadi karena ia merasa kurang dihargai. Jika ia memilih untuk mengeksploitasi celah tersebut, tindakan ini dapat dianalogikan dengan karakteristik "Alam Peta" (hantu kelaparan) yang didorong oleh keserakahan tak berujung. Apa dampak etis dan profesional paling parah dari pilihan "Alam Peta" tersebut?