Sejumlah petani di suatu wilayah mengalami gagal panen akibat serangan hama serangga yang resisten terhadap pestisida konvensional. Mereka mempertimbangkan penggunaan varietas jagung transgenik Bt (Bacillus thuringiensis) yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan toksin yang mematikan bagi serangga hama. Namun, kelompok lingkungan lokal menyuarakan kekhawatiran tentang potensi dampak negatif jagung Bt terhadap keanekaragaman hayati dan kesehatan manusia. Sebagai seorang ilmuwan biologi, bagaimana Anda akan menyeimbangkan kebutuhan petani dengan kekhawatiran lingkungan tersebut berdasarkan prinsip bioteknologi yang bertanggung jawab?