Sebuah startup teknologi baru di Medan, PT Inovasi Digital, sedang merumuskan visi dan misi perusahaannya. Mereka ingin visi tersebut menjadi panduan jangka panjang yang ambisius namun realistis, layaknya teka-teki Batak "Na marrongoman di langit, alai ndang adong maniop" yang mengacu pada 'bintang'—sesuatu yang berkerumun di langit, memberi arah, namun tak terjangkau. Bagaimana tim pendiri sebaiknya mengaplikasikan filosofi ini dalam merumuskan visi perusahaan?