PT Karya Infrastruktur merencanakan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air di wilayah Tapanuli yang berdekatan dengan perkampungan masyarakat adat Batak. Dalam sesi konsultasi publik, perwakilan masyarakat secara berulang menyampaikan kekhawatiran mereka dengan mengutip teka-teki "Na marlata-lata di rura, alai ndang adong jolma maniop." Sebagai manajer hubungan masyarakat (Humas) perusahaan, bagaimana Anda sebaiknya menginterpretasikan ungkapan ini untuk merumuskan strategi negosiasi yang beretika dan berkelanjutan?