Seorang sejarawan sedang menganalisis sebuah prasasti yang merinci hibah tanah. Beberapa bagian prasasti menyebutkan nama-nama tempat spesifik yang tidak lagi ada atau telah berganti nama. Sejarawan perlu menginterpretasikan ini untuk memetakan wilayah kuno. Dalam upaya menginterpretasikan nama tempat kuno yang tercantum dalam prasasti, metode penelitian interdisipliner apa yang paling efektif untuk membantu sejarawan merekonstruksi geografi historis, selain transliterasi aksara?