Sebuah start-up teknologi lokal ingin memperkenalkan aplikasi 'smart village' yang dapat membantu pengelolaan data administrasi desa. Namun, Awig-Awig desa adat menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi krama (warga desa) dan proses pengambilan keputusan yang bersifat kolektif melalui paruman (rapat desa). Bagaimana start-up ini harus merancang aplikasinya agar sesuai dengan Awig-Awig tersebut?